Malaysia berharap, microchip tersebut bisa memperkukuh posisinya sebagai produsen utama dunia chip berteknologi tinggi. Microchip Malaysia tersebut diperkenalkan setelah menjalani proses penelitian dan pengembangan (R&D) selama lebih dari dua tahun.Versi paling kecil dari microchip tersebut memiliki ukuran hanya 0,7 x 0,7 mm. Biaya produksi masing-masing microchip juga sangat murah karena hanya mencapai 6 sen dolar (USD) per keping.
Saat ini Malaysia sudah berhasil mengembangkan tiga jenis microchip berkemampuan radio. Microchip tersebut berhasil dikembangkan setelah pemerintah Malaysia––pada 2003––membeli teknologi dan hak untuk mendesain, memproduksi, serta memasarkan microchip dari perusahaan teknologi Jepang FEC Inc. Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi mengungkapkan, microchip tersebut adalah bukti lain dari keunggulan teknologi Malaysia.
�?Perekonomian Malaysia meningkat ketika Malaysia bisa menjadi pencipta, bukan sekadar pengguna. Dengan menjadi pencipta, Malaysia bisa berposisi sejajar dengan negaranegara maju dunia,�? papar Badawi. Proyek microchip Malaysia pertama kali digulirkan Mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad pada 2003, beberapa saat sebelum Mahathir pensiun. Proyek microchip tersebut adalah salah satu upaya Malaysia untuk menerjuni industri berteknologi tinggi.
Malaysia menargetkan, pada 2020, negara tersebut harus menjadi sebuah perekonomian industri. Microchip Malaysia tersebut mengusung teknologi yang mampu memancarkan gelombang radio pada berbagai frekuensi. Artinya, microchip tersebut dapat dideteksi ketika ditanam pada dokumen kertas, seperti lembar uang ataupun objek-objek lain, termasuk binatang. Pada tahap permulaan, Malaysia memanfaatkan microchip tersebut untuk menandai orisinalitas cakram padat VCD dan DVD.
No comments:
Post a Comment